Violet Evergarden, Pencarian 'Cinta' Sang Boneka Kenangan Otomatis

Posting Komentar
"Aku akan berlari secepat mungkin kemana pun pelangganku inginkan. Aku adalah Boneka Kenangan Otomatis, Violet Evergarden."

Anime Violet Evergarden bercerita tentang seorang gadis 14 tahun yang bertekad untuk menjadi seorang Boneka Kenangan Otomatis demi memahami dan mengetahui apa arti dari kata 'cinta' yang sesungguhnya. Gadis itu bernama Violet, seorang mantan 'senjata militer' mematikan yang kehilangan kedua lengannya di perang terakhir yang dia ikuti.

Violet tak punya dan tak mengenal keluarganya. Satu-satunya orang yang berharga baginya adalah Gilbert Bougainvillea, seorang mayor yang menjadi atasan Violet yang dinyatakan tewas dalam perang meski mayatnya tak pernah ditemukan.

Tumbuh sebagai 'senjata militer', Violet tak pernah bisa memahami perasaan manusia, karena selama ini dia hanya hidup dan bergerak atas perintah yang diberikan kepadanya. Dan ketika menjadi seorang Boneka Kenangan Otomatis, Violet seringkali melakukan kesalahan karena mengartikan segala sesuatu yang didengarnya mentah-mentah.

Boneka Kenangan Otomatis adalah sebuah profesi untuk para gadis yang bertugas mengolah kata-kata pelanggan dan menulisnya dalam sebuah surat dengan mesin ketik. Pelanggan berharap para Boneka Kenangan Otomatis bisa menyampaikan perasaan yang mereka ingin sembunyikan atau yang tidak bisa mereka ungkapkan melalui keahlian Boneka Kenangan Otomatis.

Light novel Violet Evergarden volume 1 dan 2
Anime Violet Evergarden merupakan adaptasi dari Light Novel berjudul sama karya Kana Akatsuki dan diilustrasikan oleh Akiko Takase yang pertama kali terbit tahun 2015 dan memiliki tiga volume. Anime-nya sendiri terdiri dari 13 episode + 1 OVA, dan sebuah film yang akan tayang tahun 2020 nanti. 

Awalnya aku sendiri kurang tertarik menonton anime ini. Tapi seiring berjalannya kisah Violet  dan orang-orang di sekitarnya sepanjang episode, aku justru jadi tidak bisa berhenti menontonnya. 

Cerita dalam Violet Evergarden ini cukup mengadu-aduk emosiku. Beberapa kali aku menitikkan air mata (terutama empat episode terakhir). Salah satu episode yang bikin mewek adalah ketika Violet harus menuliskan 50 buah surat untuk pelanggannya yang sedang sakit parah. Surat itu nantinya akan diberikan kepada putri si pelanggan yang masih kecil di tiap ulang tahunnya. Di episode ini Violet akan lebih memahami apa itu rasa kesepian dan kesedihan. 

Anime ini mengambil setting pada era pasca perang di sebuah negara bernama Leidenschaftlich, jadi bisa sedikit dibayangkan suasana dan keadaan psikologis yang ditampilkan selama cerita berjalan.




Light novel-nya sendiri sepertinya belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, sekali pun ada merupakan terjemahan para penggemar yang beredar di internet. 

Ada bocoran kalau ending dalam anime dan light novel sangat berbeda. Karenanya aku harap suatu saat nanti ada penerbit lokal yang mau menerjemahkannya karena adaptasi anime-nya sangat populer dan jumlah serinya juga tidak banyak.

Selain itu aksi saat Violet masih menjadi tentara cukup seru, dan ketika dia menggunakan kemampuannya untuk melakukan pekerjaannya yang sekarang sangat keren. Perjalanan Violet dalam memahami kata "cinta" yang diucapkan oleh Gilbert juga tak boleh dilewatkan.

Bagi penikmat kisah romansa yang tak biasa, Violet Evergarden ini wajib ditonton! Tema cinta dan drama pasca perang yang disuguhkan berhasil bikin aku baper sepanjang episode. 

Related Posts

Posting Komentar